SBY: TOLERANSI DAN HARMONI MENJADI KUNCI KEMAJUAN PAPUA



WE Online, Manokwari-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kebersamaan, harmoni dan toleransi merupakan kunci menuju kemajuan Papua sehingga tiga hal itu harus diselalu dipelihara.

"Kalau kita kokoh dan kuat di situ maka kehidupan masyarakat, bangsa dan dunia akan teguh, aman dan damai. Karena itulah mari kita semua bangsa Indonesia untuk berdiri di depan dan sunggu membangun dan mendorong kehidupan masyarakat," kata Presiden saat mengunjungi Pulau Mansinam, Papua Barat, sekaligus meresmikan Situs Pengabaran Injil di Papua, Minggu (24/8/2014).

Presiden menambahkan, "kalau di Tanah Papua hilang kebersamaan, toleransi dan harmoni hampir pasti ada masalah pada kehidupan. Demikian di tingkat Indonesia bila tercabut kebersamaan dan harmoni kita lihat (ada-red) ujian dan cobaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa." Oleh karena itu Presiden meminta agar semua pihak secara bersama-sama menjaga toleransi dan hidup secara harmonis untuk melanjutkan capain-capaian pembangunan Papua selama ini.

"Kita ingin seluruh tanah Papua berdiri sama tegak dengan saudaranya di seluruh Indonesia. Kemarin di Raja Ampat saya menyatakan tekad kita maju bersama, makmur bersama dan sejahtera bersama," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan pemerintah terus mengalokasikan anggaran yang cukup bagi kemajuan Papua dan Papua Barat.

"Setiap tahun anggaran pembangunan untuk Papua dan Papua Barat terus meningkat, untuk otonomi khusus menjadi Rp7 triliun, sementara dana infrastruktur Rp2,5 triliun," tegas Presiden.

Kepala Negara mengatakan,"saya punya harapan pemerintahan yang akan datang memiliki komitmen dan kecintaan dan ketulusan membangun Tanah Papua." Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan situs keagamaan di Pulau Mansinam Papua Barat, Minggu Pukul 11.00 WIT atau pukul 09.00 WIB Kepala negara tiba di Pulau Mansinam dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Sampari dengan nomor lambung 628 yang berangkat dari Pelabuhan Peti Kemas Manokwari dan menempuh perjalanan sekitar 10 menit.

Presiden didampingi oleh Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan sejumlah pejabat lainnya.

Di Mansinam Presiden meresmikan situs Pekabaran Injil di Papua yang ditandai dengan patung Kristus Raja. Selain itu adapula tugu peringatan kedatangan utusan Zending yang pertama pada 1855 dan juga ada fasilitas gereja di pulau tersebut.

Selain meresmikan situs Pekabaran Injil di Papua yang ada di Pulau Mansinam, Presiden juga meresmikan secara simbolis sejumlah infrastruktur pekerjaan umum, antara lain pembangunan Sea Wall di Pantai WTC Raja Ampat, embung dan jaringan pipa transmisi air baku peternakan di Kabupaten Fakfak, bangunan sabo pengendali sedimen bencana Wasior Manokwari, Bendungan Waroser dan breakwater pengaman pantai Mansinam.

Juga diresmikan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan pemukiman di Papua Barat antara lain sistem penyediaan air minum (SPAM) distrik kota Raja Ampat, penataan Pantai WTC , peningkatan kualitas pemukiman kawasan Pasar Ikan WTC, Kampung WTC dan Pesisir Pantai WTC.

Kepala Negara juga meresmikan SPAM Pulau Mansinam, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pulau Mansinam, SPAM distrik aimas Sorong.

Sedangkan infrastruktur yang diresmikan adalah peningkatan struktur jalan lingkar Raja Ampat, peningkatan struktur jalan lingkar Waisai, pembangunan sistem penyediaan air minum distrik Skamto dan Arsi kabupaten Keerom Provinsi Papua.

Presiden dan rombongan usai meresmikan situs pekabaran Injil di Papua yang berada di Pulau Mansinam akan menuju Biak dari Bandara Rendani Manokwari.

Kunjungan Presiden ke Pulau Mansinam di Papua Barat merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja kepala negara ke Raja Ampat, Manokwari, Timor Leste dan terakhir menghadiri konferensi internasional di Bali. (Ant)
Sumber: http://wartaekonomi.co.id/read/2014/08/24/34107/sby-toleransi-dan-harmoni-menjadi-kunci-kemajuan-papua.html